Kursus / Bimbel / Aplikasi VMware ESXi

Microsoft Hyper-V

Hyper-V | Nativ Hypervisor | Bare Metal OS | Windows Server Virtualization

adalah software virtualisasi / membuat mesin virtual untuk dijalankan secara mandiri (produksi Microsoft ). Hyper-V masuk dalam kategori Bare Metal Virtualization/Standalone/Nativ Hypervisor yang berarti mesin virtual berjalan langsung di atas hardware dan bukan di atas sistem operasi komputer. Namun begitu, bisa juga dijalankan pada sistem operasi windows (Role/Tipe II).

Hyper-V bisa support Linux, FreeBSD, dan Microsoft Windows, syaratnya CPU sudah mendukung Virtualisasi dan dalam mode enabled +OS 64Bit al: Windows XP Pro SP2/SP3, Windows 7/8/8.1/10 Pro dan Enterprise (hanya pada versi pro dan enterprise edisi 64-bit)- Windows Server 2003 R2/SP2, Windows Server 2008/2008 R2, Windows Server 2012, Windows Server Home Server 2011, dan Windows Small Bussiness Server 2011 Essentials dan Standard- Linux CentOS, RedHat Enterprose Linux, SUSE Linux Enterprise Server 11 dan Ubuntu- FreeBSD, Windows Server 2016, dan Windows Server 2019. NB: Windows 10 Home edition tidak support akan fitur ini.

Windows Server Datacenter sangat direkomendasikan, karena dapat bebas menjalankan sebanyak banyaknya Windows Server Standard sebagai VMs, sama seperti pengguna Linux, kita dapat bebas sebanyak banyaknya menginstall dan menjalankan VMs.

Hyper-V adalah fitur mesin virtual yang dibangun pada Windows. Ini awalnya bagian dari server Windows 2008 tetapi diintegrasikan ke Desktop dimulai dengan Windows 8. Hyper-V memungkinkan Kita untuk membuat mesin virtual tanpa menginstal perangkat lunak tambahan.

Dengan memanfaatkan Hyper-V atau Virtualization dari Windows Server 2008, 2008R2, 2012, atau 2012R2, Kita bisa membuat banyak mesin dengan mudah dan cepat Plus Proses Replikasi atau backup menjadi sangat praktis

  • Mudah dalam hal mengelola Child Partisi untuk Sistem Operasi (32-bit (x86) dan 64-bit (x64)
  • Mendukung VM yang dapat menggunakan SMP untuk mengakses 2, 4, atau 8 cores
  • Support VM yang menggunakan lebih dari 1TB physical memory. Windows server virtualization dapat melakukan ini karena dibangun diatas 64 bit. Tepatnya 64bit HV, 64 bit virtualization stack dan lain – lain.
  • Support Direct Pass-Through Disk Access untuk VM untuk menyediakan berbagai macam read/write performance. Storage terkadang menjadi bottleneck untuk sebuah mesin, dan dengan virtual disk ini akan dapat membuat bottleneck di Windows Server virtualization tidak ada.
  • Supports Hot-Add Access ke berbagai form storage, yang artinya kita dapat membuat Virtual Storage Load dan Memanagenya secara dinamis.
  • Supports Dynamic Addition dari Virtual NIC dan performa max dari Underlying Virtual.
  • Include Tools untuk Migrating Virtual Server Workload ke Windows Server Virtualization
  • Support NAT dan Quarantine Networks untuk VM, role based security, Group Policy, utilization counters, non-Micrososft guests
  • Support Teknologi VM Snapshot, teknologi volume shadows copy services (VSS)
  • Support Control Resources dengan menggunakan windows system resource manager (WSRM)
  • Support clustering OS, dll.


Virtual Machines |VM adalah software yang akan memvirtualisasi kan hardware secara lengkap seperti sistem aslinya. Jadi kita dapat menjalankan berbagai macam OS tanpa harus menambahkan hardware, hanya dengan simulasi saja. Virtual Mesin ini akan membuat kumpulan perangkat virtual seperti BIOS, Harddisk dan sebagainya.
Software VM al: VirtualBox, VMWare Player,Windows Virtual PC, Qemu, Proxmox, Microsoft hyper V, dan sebagainya.

Hyper-V adalah virtualisasi berbasis hypervisor. Sedang hypervisor dikenal juga sebagai virtual machine manager (VMM). VMM sendiri adalah salah satu dari teknik hardware virtualization yang memungkinkan beberapa sistem operasi (dikenal sebagai guest) yang berjalan diatas sebuah host komputer. Guest pada dasarnya akan berbentuk sebagai file.

Perbedaan antara Hyper-V dan Virtual machine:
- Virtual mesin hanya bisa di pasang di mesin yang memiliki dekstop
- Hyver-v berjalan di 64 byte logical prosesor supports
- Hyper-v mampu menggunakan storage secara fisik di luar mesin Host
- Virtual mesin tidak bisa boot from .Vhd
- Hyper-V mendukung sampai 4 prosesor
- Hyper-V Mendukung sampai 384 VM per sistem
- Hyper-V Mendukung sistem operasi 32-bit dan 64-bit

Kursus Reguler Microsoft Hyper-V

Target Belajar Microsoft Hyper-V al penguasaan dalam hal :

  • Instalasi Host, VM, Konfigurasi NAT

  • Mensetting Virtual Switch Manager

  • Mensetting Virtual SAN

  • Mengelola Hyper-V Server

  • Mengelola Virtual Machines

  • Membangun thin-provisioned VM

  • Mengelola Access Control Aplikasi pada VM

  • Mengelola Resource VM

  • Backup dan Tunning VM



Maaf teman-teman... Kursus / Workshop Microsoft Hyper-V untuk Kelas Reguler / MHS sedang dalam tahap penyelesaian... U Kursus atau Workshop sudah ada hanya untuk saat ini masih dalam kategori Kelas BIMBEL / Studi Kasus dan...silakan hubungi Admin untuk info lebih detail....

Terimakasih atas perhatiannya....


Hyper-V adalah sebuah role yang ada di Windows Server 2008 R2, menyediakan tools dan services yang bisa digunakan untuk membuat sebuah server virtualisasi. Sangat bermanfaat karena kita bisa membuat dan memanagement banyak Virtual Machines, Support Multi OS pada satu komputer.


Keunggulan Hyper-V

Komputasi lingkungan

Mampu membangun hardware sendiri, sesuai konfigurasi yang diberikan.

Metode Backup dan Fault-Tolerance

Support Hyper-V Replica /membuat salinan VM untuk disimpan di lokasi fisik lain, sehingga Kita dapat mengembalikan mesin virtual dari salinannya. Sebagai cadangan dengan menggunakan Volume Shadow Copy Service (VSS). Atau penggunaan Microsoft Exchange pada 1 server.

Optimalisasi

Support layanan integrasi, driver, sehingga mempermudah penggunaan sistem operasi pada mesin virtual Hyper-V

Portabilitas

Support proses migrasi langsung, migrasi penyimpanan, dan impor / ekspor memudahkan untuk memindahkan atau mendistribusikan mesin virtual.

Konektivitas

Support Virtual Machine Connection /koneksi jarak jauh untuk digunakan dengan Windows dan Linux. Tidak seperti Remote Desktop, alat ini memberi Kita akses Console, sehingga dapat melihat apa yang terjadi di Guest.

Portabilitas dan Keamanan

Host melindungi VM terhadap perangkat lunak perusak dan akses yang tidak sah ke VM tersebut.


Cara Mengaktifkan Hyper-V

1.Mengaktifkan Hyper-V menggunakan PowerShell
Buka PowerShell dalam mode Administrator. (Run as Administrator).


Jalankan perintah di bawah ini pada PowerShell:
Enable-WindowsOptionalFeature -Online -FeatureName Microsoft-Hyper-V -All

Setelah Instalasi selesai, lakukan Reboot (Restart) PC.
2.Mengaktifkan Hyper-V dengan CMD dan DISM
Untuk pengaktifan Hyper-V menggunakan DISM, ikuti langkah – langkah di bawah ini :
Buka PowerSheel atau CMD (Command Prompt) menggunakan mode Administrator (Run as Administrator.).

Lakukan perintah di bawa ini pada CMD ata PowerShell:
DISM /Online /Enable-Feature /All /FeatureName:Microsoft-Hyper-V


3.Mengaktifkan Hyper-V melalui menu Settings
Klik kanan pada tombol bergambar windows di kiri bawah, kemudian pilih menu ‘Apps and Features’ atau ‘Program and Features’
Lalu pilih Select Turn Windows Features on or off.
Select Hyper-V and click OK

Ketika instalasi selesai silakan direstart..
hasilnya adalah sebagai berikut:


Oke berarti instalasi hyper-v sudah selesai dan dapat digunakan.
Contoh VM yang berisi OS Windows 8.1
Contoh VM yang berisi OS Linux

PILIHAN JENIS KURSUS